|
Pakaian adat pengantin Pepadun, khususnya busana wanita, sarat dengan simbolisme yang kaya akan makna filosofis. Siger, mahkota dengan sembilan lekukan, melambangkan sembilan marga (abung siwo megou) yang menyatukan masyarakat Lampung Pepadun. Warna keemasan pada busana dan perhiasan. seperti gelang kano, melambangkan kejayaan, keteguhan hati, dan keutuhan keluarga. Selain itu, berbagai perhiasan lain seperti kalung, ikat pinggang, dan kain tapis berbenang emas, semuanya memiliki makna tentang kemuliaan, kesuburan, dan peran sosial dalam adat. Berikut beberapa makna Filosofi dari Pakaian Pengantin Adat Lampung Pepadun : Siger : Mahkota yang melambangkan persatuan masyarakat Lampung. Mahkota dengan sembilan lekukan yang melambangkan sembilan marga ( abung siwo megou ), Sang Bumi Ruwa Jurai, Pepadun dan Sai Batin. Kopiah Emas : Mahkota Emas berbentuk bulat dengan ujung runcing, melambangkan status sosial dan keagungan. Kain Tradisional Lampung yang disulam dengan benang emas, melambangkan kemuliaan, kehormatan, dan keanggunan pengantin Gelang Kano : Gelang yang dikenakan di lengan, berbentuk bulat, melambangkan persatuan dan keutuhan keluarga. Warna keemasan : Dominasi warna keemasan pada busana dan perhiasan melambangkan kejayaan, ketaguhan Aksesori : Berbagai aksesori lain seperti kalung, ikat pinggang, dan perhiasan lainnya memiliki makna filosofis terkait dengan peran sosial, kesuburan, dan keagungan.
|